Bagaimana Melindungi Web Anda dari Serangan Hacker

Website Anda adalah kunci penting untuk banyak hal yang berkaitan dengan dunia digital, terutama jika hal tersebut berhubungan dengan berbisnis. Seiring dengan berkembangnya teknologi, ancaman yang ada juga ikut berkembang menjadi ancaman baru yang lebih membahayakan. Makanya keamanan website Anda perlu perhatikan sekarang sdah marak peretas atau hacker yang ingin mendapatkan akses secara ilegal ke dalam sistem situs web Anda. Di artikel ini, kami akan membahas apa saja jenis serangan yang umum dipakai para peretas dan tips untuk melindungi website dari serangan tersebut. Yuk lanjut dibaca ya!

Sejarah Peretas atau Hacker

Sebelum lanjut, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu hacker. Hacker adalah orang yang ahli dalam bidang komputer dan memiliki kemampuan untuk meretas situs web dan memperoleh akses membaca,mengolah dan menghapus informasi atau file vital.

Hacker pertama kali muncul pada tahun 1960-an di MIT Amerika Serikat. Saat itu, istilah “hacker” ini ditujukan pada orang yang sangat ahli dalam bahasa pemrograman FORTRAN dan pemrograman jadul lainnya. Awalnya, mereka adalah mahasiswa teknik komputer yang tertarik dan memiliki tingkat keingintahuan yang sangat tinggi dalam mengeksplorasi dan mengembangkan sistem komputer. Namun, pada tahun 1980-an, dimulai dari kasus Kevin Mitnick, dimana dia harus menjalani pengadilan untuk mendapat hukuman dari tindakannya yang meretas dan mencuri teknologi Digital Equipment Corporation (DEC) dan kasus yang paling disoroti dalam sejarah peretasan. Kata hacker mulai mendapat sentimen buruk karena sering dikaitkan denagn kegiatan ilegal, seperti meretas sistem komputer, mencuri data pribadi, dan merusak infrastruktur komputer.

Mengenal Serangan Hacker dan Jenis Serangannya

Serangan hacker adalah upaya seseorang untuk mendapatkan sebuah akses secara ilegal ke dalam sebuah sistem informasi atau jaringan, dan seringkali bertujuan untuk mencuri data atau merusak infrastruktur teknologi tersebut.

Beberapa jenis serangan hacker yang umum meliputi:

  • Serangan DDoS (Distributed Denial of Service): Mengirimkan lalu lintas internet besar-besaran ke server atau jaringan dengan tujuan membuatnya tidak dapat diakses oleh pengguna lain karena sumber daya server sudah habis dipakai untuk memproses lalu lintas yang besar tersebut. Jika tertarik, selengkapnya tentang DDoS bisa Anda baca disini ya: Serangan DDoS
  • Cross-Site Scripting (XXS): Serangan Cross-Site Scripting (XXS) adalah serangan yang dilakukan dengan memasukkan skrip berbahaya ke dalam halaman web yang kemudian dieksekusi pada browser pengguna. Skrip tersebut dapat mengandung kode yang merusak, seperti mencuri informasi pribadi, mengirimkan cookie pengguna, atau bahkan mengambil kontrol penuh atas browser atau komputer pengguna.
  • Malware: Adalah sebuah program berbahaya yang dirancang untuk memasuki sistem komputer dan merusak atau mencuri informasi tanpa sepengetahuan pengguna.
  • Phishing: Teknik pemalsuan untuk memperoleh informasi pribadi pengguna, seperti nama pengguna, kata sandi, dan rincian kartu kredit, dengan mengirimkan email palsu atau pesan teks yang tampaknya berasal dari sumber yang dapat dipercayai, bahkan sampai membuat sebuah website bodong yang menyerupai website asli sehingga pengguna memasukan data pribadi mereka karena percaya dan merasa aman.
  • Man-in-the-middle (MITM) Attack: Teknik ini merupakan serangan dimana seorang hacker mencoba untuk memata-matai atau mengintersepsi jalur atau jaringan komunikasi antara dua buah pihak, seperti server dan klien atau dua pengguna yang berkomunikasi secara online, sehingga hacker ini dapat melihat dan membaca data apa saja yang mengalir didalam jaringan tersebut. 
  • Serangan brute-force: Menggunakan algoritma yang berbeda untuk memecahkan kata sandi dengan cara mencoba berbagai kombinasi huruf dan angka hingga menemukan kata sandi yang benar.

Memang seram kalau Anda ketahui yang para hacker bisa lakukan. Namun Anda bisa lakukan sebuah pencegahan agar website aman dari serangan-serangan diatas. Yuk baca bebarapa tips pencegahannya nya dibawah ini.

13 Cara Agar Website Anda Aman Dari Hacker

Berikut ini adalah beberapa cara melindungi web dari hacker:

1. Gunakan SSL/TLS

SSL/TLS adalah teknologi keamanan yang memungkinkan data dienkripsi saat ditransmisikan melalui internet. Dengan menggunakan SSL/TLS, Anda dapat melindungi data sensitif pengguna dari akses oleh hacker. Selain itu, SSL/TLS juga dapat meningkatkan kredibilitas situs web Anda. Jika website Anda belum ada SSL/TLS, yuk segera ditambahkan agar lebih sulit untuk diretas oleh hacker. Jika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang Secure Sockets Layer (SSL), baca artikel kami: Apa Itu SSL?

2. Update Software Secara Berkala

Pastikan bahwa semua software yang digunakan dalam situs web Anda selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan software dapat membantu Anda memperbaiki kerentanan keamanan dan memperbaiki bug yang dapat dimanfaatkan oleh hacker.

3. Gunakan Password yang Kuat dan Ganti Berkala

Gunakan password yang kuat dan unik untuk situs web Anda. Password yang kuat harus terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus. Jangan gunakan password yang sama untuk situs web yang berbeda. Juga ingat untuk secara berkala mengganti password Anda agar aman dari tindakan brute-force ketika ada kebocoran data.

4. Batasi Akses ke Situs Web

Batasilah akses ke situs web Anda hanya kepada orang-orang yang membutuhkan akses tersebut. Jangan memberikan akses yang tidak perlu kepada siapa pun. Anda juga dapat menggunakan sistem autentikasi yang memerlukan login sebelum pengguna dapat mengakses situs web.

5. Gunakan Firewall

Firewall adalah perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat memantau dan mengontrol lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan Anda. Dengan menggunakan firewall, Anda dapat membatasi akses ke situs web Anda dari jaringan yang tidak dikenal dan mencurigakan.

6. Backup Data Secara Teratur

Pastikan Anda membackup data situs web Anda secara teratur. Backup dapat membantu Anda memulihkan situs web kembali dengan cepat jika terjadi kerusakan dan terserang malware.

7. Monitoring Aktivitas Situs Web

Pantau aktivitas situs web Anda secara teratur. Jika terdapat aktivitas yang mencurigakan, segera lakukan pengecekan dan lakukan tindakan pencegahan dan perbaikan jika terindikasi terkena serangan hacker.

9. Perkuat Keamanan Email

Hacker sering menggunakan email untuk melakukan serangan phishing atau serangan yang meminta informasi pribadi. Pastikan Anda memiliki keamanan email yang cukup kuat untuk mencegah serangan tersebut.

10. Hapus Informasi yang Tidak Diperlukan

Hapus informasi yang tidak diperlukan dari situs web Anda secara teratur. Informasi yang tidak diperlukan dapat menjadi sumber kerentanan keamanan apalagi jika informasi tersebut sangat rawan untuk digunakan sebagai material untuk serangan phising.

11. Gunakan Antivirus

Pastikan bahwa semua komputer yang terhubung ke situs web Anda dilengkapi dengan antivirus yang memadai. Antivirus dapat membantu Anda mencegah serangan malware dan virus yang dapat merusak komputer dan situs web Anda.

12. Buat Standar Kebijakan Keamanan

Buatlah sebuah kebijakan keamanan yang jelas dan teratur untuk pegawai Anda yang berurusan langsung dengan situs web Anda. Kebijakan keamanan ini harus diikuti demi keamanan dan kelancaran operasional situs web.

13. Pelajari Teknik Hacking

Dalam usaha untuk melindungi situs web Anda dari serangan hacker, Anda juga harus mempelajari teknik hacking yang umum digunakan oleh hacker. Dengan memahami teknik hacking, Anda dapat lebih mudah mencegah serangan tersebut. Jika Anda tidak ada waktu, Anda bisa memperkerjakan seorang atau perusahaan jasa yang bergerak di menjaga keamanan sistem informasi.

Arya Anjar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *